makalah kebutuhan dasar ibu hamil
padapelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Selama kehamilan hal yang harus diperhatikan adalah kebutuhan dasar dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis. Adapun perubahan psikis pada ibu hamil trimester III terkesan lebih meningkat dibandingkan trimester sebelumnya. Perubahan
KATAPENGANTAR. Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan YME atas segala kebesaran dan nikmat hidayah yang telah diberikan-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah askeb kebidanan yang berjudul kebutuhan dasar ibu hamil sesuai dengan tahap perkembangannya. meliputi nutrisi, personal hygiene, seksualitas, aktivitas dalam dan luar rumah. ini dengan lancar.
Welcomeyahhh guys. sini-sini nimbrung. Pengikut. Senin, Mei 27, 2013
Obatobat anestesi lokal memperpanjang masa persalinan dengan menimbulkan relaksasi otot-otot dasar panggul, mengurangi refleks 'mengejan', mengurangi upaya ibu untuk mendorong bayinya lahir, bekerja langsung pada otot rahim dengan menurunkan tonus otot, mengurangi pelepasan oksitosin secara pulsatile dari kelenjar hipofisis posterior
Dimanakebutuhan minum ibu 3 liter sehari ( 1 liter setiap 8 jam) Beberapa anjuran yang berhubungan dengan pemenuhan gizi ibu menyusui antara lain : a. Mengonsumsi tambahan kalori tiap hari sebanyak 500 kkal. b. Makan dengan diet berimbang, cukup protein, mineral dan vitamin. c. Minum sedikitnya 3 liter setiap hari terutama setelah menyusui.
Mon Mari Est Inscrit Sur Un Site De Rencontre.
Menurut Walyani 2015 kebutuhan fisik seorang ibu hamil adalah sebagai berikut a. Nutrisi b. Energi/Kalori 14 a Sumber tenaga digunakan untuk tumbuh kembang janin dan proses perubahan biologis yang terjadi dalam tubuh yang meliputi pembentukan sel baru, pemberian makan ke bayi melalui plasenta, pembentukan enzim dan hormone penunjang pertumbuhan janin. b Untuk menjaga kesehatan ibu hamil c Persiapan menjelang persiapan persalinan dan persiapan laktasi d Kekurangan energi dalam asupan makan akan berakibat tidak tercapainya berat badan ideal selama hamil 11-14 kg e karena kekurangan energi akan diambil dari persediaan protein f Sumber energi dapat diperoleh dari karbohidrat sederhana seperti gula, madu, sirup, karbohidrat kompleks seperti nasi, mie, kentang, lemak seperti minyak, margarin, mentega. c. Protein Diperlukan sebagai pembentuk jaringan baru pada janin, pertumbuhan organ-organ janin, perkembangan alat kandunga ibu hamil, menjaga kesehatan, pertumbuhan plasenta, cairan amnion, dan penambah volume darah. 1. Kekurangan asupan protein berdampak buruk terhadap janin seperti IUGR, cacat bawaan, BBLR dan keguguran. 2. Sumber protein dapat diperoleh dari sumber protein hewani yaitu daging, ikan, ayam, telur dan sumber protein nabati yaitu tempe, tahu, dan kacang-kacangan. d. Lemak Dibutuhkan sebagai sumber kalori untuk persiapan menjelang persalinan dan untuk mendapatkan vitamin A,D,E,K. e. Vitamin Dibutuhkan untuk memperlancar proses biologis yang berlangsung dalam tubuh ibu hamil dan janin. 15 Vitamin A pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan jaringan tubuh Vitamin B1 dan B2 penghasil energi Vitamin B12 membantu kelancaran pembentuka sel darah merah Vitamin C membantu meningkatkan absorbs zat besi Vitamin D mambantu absorbs kalsium f. Mineral Diperlukan untuk menghindari cacat bawaan dan defisiensi, menjaga kesehatan ibu selama hamil dan janin, serta menunjang pertumbuhan janin. Beberapa mineral yang penting antara lain kalsium, zat besi, fosfor, asam folat, yodium. g. Faktor yang mempengaruhi gizi ibu hamil Usia, berat badan ibu hamil, aktivitas, kesehatan, pendidikan dan pengetahuan, ekonomi, kebiasaan dan pandangan terhadap makanan, diit pada masa sebelum hamil dan selama hamil, l ingkungan, psikologi. h. Pengaruh status gizi terhadap kehamilan Jika status gizi ibu hamil buruk, maka dapat berpengaruh pada 1. Janin kegagalan pertumbuhan, BBLR, premature, lahir mati, cacat bawaan, keguguran 2. Ibu hamil anemia, produksi ASI kurang 3. Persalinan SC, pendarahan, persalinan lama i. Menyusun menu seimbang bagi ibu hamil Kritiyanasari, 2010. 16 Tabel Anjuran Makan Sehari Untuk Ibu Hamil Bahan Makanan Wanita Tidak Hamil Ibu Hamil Trimester I Trimester II Trimester III Makanan Pokok 3 porsi 4 porsi 4 porsi 4 porsi Lauk Hewani 1½ potong 1½ potong 2 potong 2 potong Lauk Nabati 3 potong 3 potong 4 potong 4 potong Sayuran 1½ mangkok 1½ mangkok 3 mangkok 3 mangkok Buah 2 potong 2 potong 3 potong 3 potong Susu - 1 gelas 1 gelas 1 gelas Air 6-8 gelas 8-10 gelas 8-10 gelas 8-10 elas j. Oksigen Berbagai kandungan pernapasan bisa terjadi saat hamil sehingga akan mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen pada ibu yang akan berpengaruh pada bayi yang dikandung. Untuk mencegah hal tersebut, hal-hal yang perlu dilakukan adalah latihan napas melalui senam hamil seperti tidur dengan bantal yang lebih tinggi, makan tidak terlalu banyak, kurangi atau hentikan rokok, konsul ke dokter bila ada kelainan atau gangguan pernapasan seperti asma dan lain-lain. k. Personal hygiene Hal kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit ketiak, bawah kulit dada, daerah genitalia dengan cara dibersihkan dengan air dan dikeringkan. Kebersihan gigi dan mulut perlu mendapat perhatian karena seringkali mudah terjadi gigi berlubang, terutama pada ibu yang kekurangan kalsium Walyani, 2015. l. Pakaian Pada dasarnya pakaian apa saja bisa dipakai, pakaian hendaknya yang longgar dan mudah dipakai serta bahan yang mudah menyerap 17 keringat. Payudara perlu didorong dengan BH yang memadai untuk mengurangi rasa tidak nyaman Walyani, 2015. m. Eliminasi Pada trimester III, BAK meningkat karena penurunan kepala ke PAP sehingga hal-hal yang perlu dilakukan untuk melancarkan dan mengurangi infeksi kandung kemih yakni dengan minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin. BAB sering obstipasi sembelit karena hormon progesteron meningkat sehingga untuk mengatasi keluhan ini dianjurkan meningkatkan aktifitas jasmani dan makan bersehat Walyani, 2015 n. Mobilisasi Ibu hamil boleh melakukan kegiatan atau aktifitas fisik biasa selama tidak terlalu melelahkan. Ibu hamil dapat dianjurkan untuk melakukan pekerjaan rumah dengan dan secara berirama dengan menghindari gerakan menyentak, sehingga mengurangi ketegangan pada tubuh dan menghindari kelelahan Romauli, 2011. o. Body Mekanik Secara anatomi, ligament sendi putar dapat meningkatkan pelebaran atau pembesaran rahim pada ruang abdomen. Nyeri pada ligament ini terjadi karena pelebaran dan tekana pada ligament karen adanya pembesaran rahim. Nyeri pada ligamen ini merupakan suatu ketidaknyamanan pada ibu hamil. Sikap tubuh yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil yaitu a Duduk Ibu harus diingatkan untuk duduk bersandar dikursi dengan benar, pastikan bahwa tulang belakangnya tersangga dengan baik. Kursi dengan sandaran tinggi akan menyokong kepala dan bahu serta tungkai dapat relaksasi. b Berdiri Ibu perlu dianjurkan untuk berdiri dan berjalan tegak, dengan menggunakan otot trasversus dan dasar panggul. Berdiri diam terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan dan ketegangan. 18 c Berjalan Hindari juga sepatu bertumit runcing karena mudah menghilangkan keseimbangan. Bila memiliki anak balita, usahakan supaya tinggi pegangan keretanya sesuai untuk ibu. d Tidur Kebanyakan ibu hamil menyukai posisi berbaring miring dengan sanggan dua bantal dibawah kepala dan satu dibawah lutut atas serta paha untuk mencegah peregangan pada sendi sakroiliaka. e Bangun dan baring Untuk bangun dari tempat tidur, geser dulu tubuh ibu ke tepi tempat tidur, kemudian tekuk lutut. Angkat tubuh ibu perlahan dengan kedua tangan, putar tubuh lalu perlahan turunkan kaki ibu. Diamlah dulu dalam posisi duduk beberapa saat sebelum berdiri. Lakukan setiap kali ibu bangun dari berbaring. f Membungkuk dan mengangkat Ketika harus mengangkat misalnya menggendong anak balita, kaki harus diregangkan satu kaki didepan kaki yang lain, pangkal paha dan lutut menekuk dengan pungung serta otot trasversus dikencang. Barang yang akan diangkat perlu dipegang sedekat mungkin dan ditengah tubuh dan lengan serta tungkai digunakan untuk mengangkat Romauli, 2011. g Imunisasi Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ibu dan janin. Jenis imunisasi yang diberikan adalah tetanus toxoid TT yang dapat mencegah penyakit tetanus. Imunisasi TT pada ibu hamil harus terlebih dahulu ditentukan status kekebalan/imunisasinya. Bumil yang belum pernah mendapatkan imunisasi maka statusnya T0, jika telah mendapatkan interval 4 minggu atau pada masa balitanya telah memperoleh imunisasi DPT sampai 3 kali maka statusnya TT2, bila telah mendapatkan dosis TT yang ketiga interval minimal dari dosis kedua maka 19 statusnya TT3, status TT4 didapat bila telah mendapatkan 4 dosis interval minimal 1 tahun dari dosis ketiga dan status TT5 didapatkan bila 5 dosis telah didapat interval minimal 1 tahun dari dosis keempat. Ibu hamil dengan status TT4 dapat diberikan sekali suntikan terakhir telah lebih dari setahun dan bagi ibu hamil dengan status TT5 tidak perlu disuntik TT karena telah mendapatkan kekebalan seumur hidup atau 25 tahun Romauli, 2011. h Travelling Wanita hamil harus berhati-hati melakukan perjalanan yang cenderung lama dan melelahkan, karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan gangguan sirkulasi atau oedema tungkai karena kaki tergantung terlalu lama. Bepergian dapat menimbulkan masalah lain seperti konstipasi atau diare karean asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanyan karena akibat perjalanan yang melelahkan Marmi, 2014. i Seksualitas Menurut Walyani tahun 2015 hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada riwayat penyakit seperti sering abortus dan kelahiran premature, perdarahan pervaginam, coitus harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu terakhir kehamilan, bila ketuban sudah pecah, coitus dilarang karena dapat menyebabkan infeksi janin intrauterine. Pada kehamilan trimester III, libido mulai mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena rasa tidak nyaman di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, napas lebih sesak karena besarnya janin mendesak dada dan lambung, dan kembali merasa mual. j Istirahat dan tidur Wanita hamil dianjurkan untuk merencanakan istirahat yang teratur khususnya seiring keamjuan kehamilannya. Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik, karena istirahat dan tidur 20 yang teratur dapat menigkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin. Tidur pada malam hari selama kurang lebih 8 jam dan istirahat pada siang hari selama 1 jam Romauli, 2011. 6. Ketidaknyamanan dan masalah serta cara mengatasi ibu hamil
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan BAB II PEMBAHASAN Pengertian Kehamilan Kebutuhan Dasar Pada Ibu Hamil Dan Cara Pemenuhannya Nutrisi Pekerjaan rumah tangga Wanita pekerja diluar rumah Hubungan seksual Kunjugan Ulang Pakaian Olahraga saat hamil Istirahat dan tidur Personal hygiene Travelling Imunisasi Persiapan persalinan dan laktasi Perawatan gigi Support Emosional BAB III PENUTUP KESIMPULAN KRITIK DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA Rumusan Masalah 1. Apa pengertian kehamilan? 2. Apa saja kebutuhan dasar pada ibu hamil dan pada trimester 1,2, dan 3? Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian kehamilan 2. Untuk mengetahui. kebutuhan dasar pada ibu hamil pada trimester 1,2, dan 3? BAB II PEMBAHASAN Pengertian Kehamilan Kehamilan graviditas adalah mulai dengan konsepsi pembuahan dan berakhir dengan persalinan. Kehamilan adalah pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa dan membentuk zigot. Kehamilan dibagi menjadi 3 tahapan yaitu trimester I dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trimester II dimulai bulan ke- 4 sampai bulan ke- 6, trimester III dimulai bulan ke- 7 sampai bulan ke- 9. Kebutuhan Dasar Pada Ibu Hamil Dan Cara Pemenuhannya Nutrisi Anjurkanlah wanita hamil makan yang secukupnya saja, cukup mengandung protein hewani dan nabati, karena kebutuhan kalori selama kehamilan meningkat. Kenaikan berat badan wanita hamil berkisar antara 6,5 – 16 kg selama kehamilan. Bila berat badan tetap atau menurun, semua makan yang dianjurkan terutama yang mengandung protein dan besi. Bila BB naik dari semestinya dianjurkan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak jangan dikurangi apalagi sayur dan buah. Kebutuhan beberapa zat yang penting Tidak hamil Hamil Laktasi Kalori Protein Calsium Fernem Vitamin A Vitamin B Vitamin C Riboflavin As. nikotitinat Vitamin D Kal gr gr mg si mg mg mg mg si 2500 60 0,8 12 5000 1,5 70 2,2 15 + 2500 85 1,5 15 6000 1,8 100 2,5 10 400-800 2500 100 2 15 8000 2,3 150 3 23 400-800 Pekerjaan rumah tangga Jangan pernah menganggap enteng pekerjaan rumah tangga, khususnya bagi kaum pria. Pekerjaan rutin rumah tangga seperti mencuci, mengepel, memasak, menyetrika sering dianggap pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga dan pikiran, pendapat seperti ini jelas salah. Pekerjaan rumah tangga sama melelahkannya seperti pekerjaan lainnya. Tanpa harus bekerja di luar rumah pun, pekerjaan rumah tangga sudah menguras tenaga dan pikiran, apalagi kalau seorang wanita masih harus bekerja di luar rumah, yang paling menyedihkan lagi adalah pada waktu hamil. Jika anda seorang suami yang bertanggung jawab dan memiliki rasa kemanusiaan dan budi pekerti yang baik, maka anda pasti tidak akan membiarkan istri anda melakukan pekerjaan rumah tangga sambil tetap bekerja di luar rumah pada saat hamil. Bicarakanlah segera dengan pasangan dan keluarga dekat anda jika memang menghadapi masalah seperti ini. Karena jika dibiarkan resikonya bukan hanya pada bayi anda tetapi juga diri anda sendiri. Pada saat hamil, kurangilah pekerjaan rumah tangga yang biasa anda lakukan. Kurangilah bersentuhan dengan bahan-bahan kimia dalam rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai,pestisida tanaman,dan obat serangga lainnya. Wanita pekerja diluar rumah Wanita hamil boleh melakukan pekerjaan sehari hari, dikantor ataupun di pabrik asal bersifat ringan. Di Indonesia wanita hamil diberi cuti hamil selam 3 bulan yaitu 1,5bulan sebelum bersalin dan 1,5 bulan sesudahnya, selama hamil berhati hati dan menjaga kehamilannya. Hubungan seksual Hubungan seksual selama hamil tidak dilarang,tetapi disarankan dihentikan bila 1. Terdapat tanda infeksi, yaitu pengeluaran cairan disertai nyeri dan panas 2. Terjadi perdarahan saat hubungan seksual 3. Terdapat pengeluaran cairan mendadak saat hubungan 4. Adanya riwayat abortus, partus prematurus, IUFD. Kunjugan Ulang Pengawasan antenatal memberi manfaat dengan ditemukannya berbagai kelaianan yang menyertai kehamilan secara dini sehingga dapat diperhitungkan dan dipersiapkan langkah – langkah pertolongan persalinan. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pengawasan antenatal minimal sebanyak 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada trimester III. Tujuan pelayanan kebidanan WHO, yaitu a Pengawasan serta penanganan wanita hamil dan pada saat peralianan. b Perawatan dan pemeriksaan wanita sesudah persalinan. c Perawatan neonates – bayi d Pemeliharaan dan pemberian laktasi. Asuhan antenatal antenatal care adalah pengawasan sebelum persalianan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Secara khusus pengawasan antenatal bertujuan a Mengenal dan menangani sendiri mungkin penyulit yang terdapat saat kehamulan, persalinan, daan nifas. b Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai kehamilan, persalinan dan masa nifas. c Memberi nasehat dan peunjuk yang berkaitan dengan kehamilan,persalinan, kala nifas, laktasi dan aspek keluarga berencana. d Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu pada perinatal. Dengan memperhatikan batasan dan tujuan pengawasan antenatal, dijadwalkan pemeriksaan sebagai beikut. - Pemeriksaan pertama Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid. - Pemeriksaan ulang a. Setiap bulan sampai umur kehamilan 6 – 7 bulan. b. Setiap 2 minggu sampai kehamilan berumur 8 bulan. c. Setiap 1 minggu sejak umur kehamilan 8 bulan sampai terjadi persalianan. Pemeriksaan khusus jika terjadi keluhan – keluhan tertentu a. Pakaian Pakaian yang baik untuk ibu hamil ialah yang enak dipakai, tidak boleh menekan badan karena pakaian yang menekan badan menyebabkan bendungan vene dan mempercepat timbulnnya varices. b. Olahraga saat hamil Yang dianjurkan adalah jalan jalan waktu pagi hari untuk ketenangan dan mendapatkan udara segar. c. Istirahat dan tidur Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik, karena istirahat dan tidur secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin. d. Personal hygiene Kebersihan badan mengurangi infeksi, puting susu harus dibersihakan kalau terbasahi oleh kolostrum. Perawatan gigi harus dilakukan karena gig yang bersih menjamin pencernaan yang sempurna. e. Bepergian Travelling Sedang hamil tidak berarti Anda tidak dapat pergi berlibur untuk seluruh 9 bulan Anda istilah, tetapi tidak berarti bahwa anda harus melakukan sedikit ekstra hati-hati ketika membuat rencana, baik untuk menjamin kenyamanan dan perlindungan Anda dan bayi yg belum lahir. Bepergian dengan pesawat udara biasa tidak perlu dikhawatirkan karena tidak membahaykan kehamilan. Tekanan udara di dalam kabin penumpang telah diatur sesuai atmosfer biasa. Aman untuk melakukan perjalanan udara di trimester kedua, dan International Air Transport Association IATA pedoman menyarankan Anda berhenti perjalanan udara setelah minggu ke 36. Menghindari risiko kelahiran prematur dan komplikasi lain. Jika Anda memperoleh yang cukup besar dan ke 28. Minggu, maka anda harus membawa surat dari ibu yang menunjukkan layanan yang ditujukan tanggal, karena beberapa maskapai Mei permintaan ini ketika anda memeriksa untuk keselamatan Anda sendiri. Walaupun ia bukan yang sering berada pada tahap pertama adalah kehamilan membahayakan anda atau bayi Anda, tetapi yang penting untuk minum banyak air dan pastikan Anda bangun dan stretch kaki Anda secara teratur sebagai bayi berat dapat membuat Anda lebih rentan terhadap peredaran darah masalah selama penerbangan panjang. Morning sickness juga dapat membuat Anda lebih rentan terhadap perjalanan penyakit, dan banyak melakukan perjalanan, sebagai obat penyakit tidak dianjurkan selama kehamilan Anda hanya akan dapat mencoba solusi alternatif seperti akupunktur band band laut atau teh jahe. Disarankan ibu untuk tidak lama berkendaran jarak sendiri, karena posisi mengemudi bisa jadi sangat tidak nyaman dan lama drive dapat sangat melelahkan. Pastikan kursi dan seatbelt yang disesuaikan dengan baik dan memakai pakaian longgar nyaman. Juga pastikan ibu memiliki cukup untuk makan dan minum selama perjalanan jalan untuk menjaga tingkat energi atas. Imunisasi Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toksoid TT. Gunanya pada antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus. Terutama imunisasi tetanus untuk melindungi bayi terhadap penyakit tetanus neonatorum. Imunisasi dilakukan pada trimester I / II pada kehamilan 3 – 5 bulan dengan interval minimal 4 minggu. Lakukan suntikan secara IM intramuscular dengan dosis 0,5 mL. imunisasi yang lain dilakukan dengan indikasi yang lain. Menurut WHO seorang ibu tidak pernah diberikan imunisasi tetanus, sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan I pada saat kunjungan antenatal I dan II pada 2 minggu kemudian Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah a. TT 1 selama kunjungan antenatal I b. TT 2 → 4 minggu setelah TT 1 c. TT 3 → 6 minggu setelah TT 2 d. TT 4 → 1 tahun setelah TT 3 e. TT 5 → 1 tahun setelah TT 4 Karena imunisasi ini sangat penting, maka setiap ibu hamil hendaknya mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang imunisasi TT. Petugas kesehatan harus berusaha program ini terlaksana maksimal dan cepat. Persiapan persalinan dan laktasi Salah satu persiapan persalinan adalah meningkatkan kesehatan optimal dan segera dapat memberikan laktasi. Untuk mempersiapkan laktasi, peerlu dilakukan persiapan perawatan payudara untuk persiapan laktasi. Persiapan mental dan fisik yang cukup membuat proses menyusui menjadi mudah dan menyenangkan. Payudara adalah sumber ASI yang merupakan makanan utama bagi bayi, yang perlu diperhatikan dalam persiapan laktasi adalah a Bra harus sesuai dengan pembesaran payudara yang sifatnya menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan b Sebaliknya ibu hamil masuk dalam kelas ”bimbingan persiapan menyusui”. c Penyuluhan audio-visual tentang d Keunggulan ASI dan kerugian susu botol e Manfaat rawat gabung f Perawatan bayi g Gizi ibu hamil dan menyusui h Keluarga berencana,dll i Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan dalam keberhasilan menyusui j Pelayanan pemeriksaan payudara dan senam hamil k Persiapan psikologis untuk ibu menyusui berupa sikap ibu dipengaruhi oleh faktor-faktor 1 Adat istiadat / kebiasaan / kebiasaan menyusui di daerah masing-masing 2 Pengalaman menyusui sebelumnya / pengalaman menyusui dalam keluarga / tidak 3 Pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan yang diinginkan atau tidak 4 Dukungan dari tenaga kesehatan, teman atau kerabat dekat. Langkah-langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah a Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya, menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninnya. Bila ada masalah, petugas kesehatan akan menolong dengan senang hati. b Keyakinan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu botol / formula c Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain d Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu harus dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayinya, sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga e Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan tenaga kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang dihadapinya. Perawatan payudara sebelum melahirkan Prenatal Breast Care Bertujuan memelihara hygiene payudara, melenturkan atau menguatkan puttng susu, dan mengeluarkan puting susu yang datar atau masuk ke dalam retracted nipple. Teknik perawatannya adalah sebagai berikut a. Kompres puting susu dan daerah sekitarnya dengan menempelkan kapas atau lap yang di basahi minyak. b. Bersihkan puting susu dan daerah sekitarnya dengan handuk kering yang bersih. c. Pegang kedua puting susu, lalu tari keluar bersama dan diputar 20 kali ke dalam dan keluar. d. Pangkal payudara dipeganag dengan kedua tangan lalu payudara diurut dari pangkal menuju puting sebanyak 30 kali. e. Kemudian pijat daerah aerola sehingga keluar cairan 1 – 2 tetes untuk memastikan saluran susu tidak tersumbat. Selain mengonsumsi makanan bergizi dan menjalani pola hidup sehat, ada 3 hal penting yang perlu dilakukan ibu agar sukses menyusui, yaitu a. Tumbuhkan Niat Niat adalah kunci sukses untuk memberikan ASI eksklusif bagi sang buah hati. Niat ini harusnya sudah tertanam kuat jauh hari sebelumnya, yakni sejak si kecil masih berada dalam kandungan ibu. Ibu harus bertekad akan memberikan makanan yang terbaik bagi bayinya. Dengan niat bulat, ibu akan berpikir optimis. Dari situ terbentuk energi positif yang akan memengaruhi kesiapan semua organ-organ menyusui sehingga ASI pun mengalir lancar. Jika ibu yakin bisa menyusui, ASI yang keluar pasti banyak. b. Hilangkah Stres Buang jauh-jauh semua pikiran negatif tentang ASI dan menyusui. Yakinlah, setiap ibu pasti bisa menyusui dan bayi tak akan pernah kekurangan ASI. Di sisi lain, ibu juga tak boleh terlalu bersemangat untuk memberikan ASI, karena sikap berlebihan ini euforia akan mengganggu sistem metabolisme produksi susu sehingga ASI yang keluar justru jadi sedikit. Bila ada masalah, ibu dianjurkan berkonsultasi ke klinik laktasi. c. Lakukan Pijat Payudara Pemijatan pada payudara dapat meningkatkan volume ASI, lakukan dua kali sehari saat mandi pagi dan sore. Berikut panduannya Cuci tangan sampai bersih, keringkan, lalu tuangkan minyak ke telapak tangan. Sokong payudara kiri dengan tangan kiri. Buatlah gerakan melingkar kecil-kecil dengan dua atau tiga jari tangan kanan, dari pangkal payudara dan berakhir di daerah puting susu dengan gerakan spiral. Puting tak perlu dipijat karena tak berkelenjar. Kemudian, buat gerakan memutar sambil menekan dari pangkal payudara dan berakhir pada puting susu di seluruh bagian payudara. Lakukan hal sama untuk payudara kanan. Letakkan kedua telapak tangan di antara dua payudara. Urut dari tengah ke atas sambil mengangkat kedua payudara dan lepaskan kedua payudara secara perlahan-lahan. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali. Sangga payudara kiri dengan kedua tangan, ibu jari di atas dan empat jari lain di bawah. Peras dengan lembut payudara sambil meluncurkan kedua tangan ke depan ke arah puting susu. Lakukan hal yang sama pada payudara kanan. Kemudian lakukan gerakan tangan dengan posisi paralel. Sangga payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah pangkal payudara ke arah puting susu. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali. Letakkan satu tangan di sebelah atas dan satu lagi di bawah payudara. Luncurkan kedua tangan secara bersamaan ke arah puting susu dengan cara memutar tangan. Ulangi gerakan ini sampai semua bagian payudara terkena urutan. Selanjutnya puting dibersihkan dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak berguna untuk melenturkan dan melembapkan puting agar saat menyusui puting tak gampang lecet. Bersihkan dengan kapas bersih yang dicelup ke dalam air hangat. Usai pemijatan, lakukan pengompresan. Sediakan dua baskom sedang yang masing-masing berisi air hangat dan air dingin. Dengan menggunakan waslap, kompres kedua payudara bergantian dengan air dingin, masing-masing selama satu menit. Selanjutnya, kompres bergantian selama 3 kali berturut-turut dan akhiri dengan kompres air hangat. Bersihkan dengan handuk hingga kering. Usai dipijat, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari. Gunanya agar sirkulasi darah bekerja lebih baik. Perawatan gigi Untuk mencegah caries selama hamil selain pemeriksaan pada awak kehamilan yaitu dengan a Menyikat gigi secara teratur b Melakukan flosi antara gigi-gigi c Membilas mulut dengan air sesudah makan atau minum d Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali/basa untuk mengimbangi reaksi saliva yang bersifat asam selama kehamilan yang menyuburkan pertumbuhan bakteri penghancur dan email. Support Emosional a. Faktor yang berhubungan dengan ibu hamil b. Dukungan kepada bumil dan nifas c. Dukungan dari tenaga kesehatan nakes d. Menciptakan rasa aman dan nyaman selama hamil dan nifas e. Persiapan menjadi orang tua f. Mempersiapkan saudara sibling g. Dukungan kepada ibu hamil dan nifas Wanita yang telah/belum dianugerahi anak disaat menginginkan hamil/dalam menghadapi kehamilan dan bersalin membutuhkan dukungan, diantaranya dari a Dukungan suami Dari penelitian kualitatif di indonesia diperoleh berbagai dukungan suami yang diharapkan isteri 1. Suami sangat mendambakan bayi dalam kandungan isteri 2. Suami senang mendapatkan keturunan 3. Suami menunjukkan kebahagiaan pada kehamilan ini 4. Suami memperhatikan kesehatan isteri, yakni menanyakan keadaan isteri/janin yang dikandung 5. Suami mengantar dan atau menemani isteri memeriksa kandungannya 6. Suami tidak menyakiti isteri 7. Suami menghibur/menenangkan ketika ada masalah yang dihadapi isteri 8. Suami menasihati agar isteri tidak terlalu lelah bekerja di rumah atau di tempat kerja 9. Suami membantu tugas isteri 10. Suami berdo’a untuk kesehatan atau keselamatan isteri dan anaknya 11. Suami menunggu ketika isteri melahirkan 12. Suami menunggu ketika isteri di operasi Diperoleh atau tidak diperolehnya dukungan suami tergantung pada 1. Keintiman hubungan 2. Adanya komunikasi yang bermakna 3. Adanya masalah atau kekhawatiran dalam biaya b. Dukungan keluarga 1. Ayah-ibu kandung, maupun mertua sangat mendukung kehamilan ini 2. Ayah-ibu kandung, maupun mertua sering berkunjung dalam periode ini 3. Seluruh keluarga berdo’a untuk keselamatan ibu dan bayi 4. Walaupun ayah-ibu kandung, maupun mertua ada di daerah lain, sangat didambakan dukungan melalui telepon, surat atau pun do’a dari jauh 5. Selain itu, ritual tradisional dalam periode ini seperti upacara 7 bulanan pada beberapa orang, mempunyai arti tersendiri yang tidak boleh diabaikan. c. Dukungan lingkungan 1. Membicarakan/menceritakan/menasihati tentang pengalaman hamil dan melahirkan 2. Ada diantara mereka yang mau mengantarkan ibu hamil untuk periksa. 3. Menunggu ketika melahirkan 4. Diperoleh dari ibu-ibu pengajian/perkumpulan/kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan/sosial dalam bentuk doa bersama untuk kesehatan ibu hamil dan bayinya. Mereka dapat menjadi seperti saudara bagi ibu hamil dan nifas. BAB III PENUTUP Kesimpulan Kehamilan graviditas adalah mulai dengan konsepsi pembuahan dan berakhir dengan persalinan. Kehamilan dibagi menjadi 3 tahapan yaitu trimester I dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trimester II dimulai bulan ke- 4 sampai bulan ke- 6, trimester III dimulai bulan ke- 7 sampai bulan ke- 9. Kebutuhan ibu yang tidak hamil dan kebutuhan ibu yang sedang hamil sangatlah berbeda, oleh sebab itu sebagai ibu yang sedang hamil hendaknya mempunyai kesadaran akan pentingnya kebutuhan dasar ibu hamil yang harus dipenuhi. Tetapi hal ini tidak saja dibebankan kepada ibu hamil tetapi suami, keluarga, bahkan lingkungan sekitar seharusnya mendukung untuk sebisa mungkin memenuhi kebutuhan yang diperlukan ibu hamil guna membantu kelancaran kehamilan ibu. Kritik Dan Saran Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini penulis jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya makalah ini. Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. DAFTAR PUSTAKA Stoppard, Miriam. 2002. Kehamilan dan Kelahiran. Jakarta Mitra Media publisher. Sulistyawati A. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta Salemba Medika. Susilowati H, Endang. 2006. Lebih jauh tentang kehamilan. Jakarta Edsa Mahkota. Walsh, Linda. 2001. Community – Based Care During the Childbearing Year. Saunders Company. United States of America. ______________ . 2003. Buku 2 Asuhan Antenatal. Pusdiknakes. Mochtar Rustan, 1998. Sinopsis EGC Pillitteri Adele. 2002. Perawatan Kesehatan Ibu & EGC Pusdiknakes, Antenatal, SHOJHPIEGO, Jakarta
0% found this document useful 0 votes48 views18 pagesOriginal TitleMAKALAH KEBUTUHAN DASAR IBU HAMILCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes48 views18 pagesMakalah Kebutuhan Dasar Ibu HamilOriginal TitleMAKALAH KEBUTUHAN DASAR IBU HAMILJump to Page You are on page 1of 18 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 16 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
100% found this document useful 1 vote864 views10 pagesDescriptionKehamilanerupakan krisis bagi keluarga yang dapat diikuti dengan stres dan kecemasanCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote864 views10 pagesMakalah Kebutuhan Psikologis Pada Ibu Hamil Trimester 1 2 3DescriptionKehamilanerupakan krisis bagi keluarga yang dapat diikuti dengan stres dan kecemasanFull descriptionJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
makalah kebutuhan dasar ibu hamil